Sabtu, 12 Januari 2013

Wisata Spiritual Pura Dalem Singit Sebatu





Pulau Dewata Bali, memang terkenal dengan potensi wisatanya yang beragam. Tak hanya berupa wisata pantai, pengunungan dan budaya, tetapi juga wisata spiritualnya. Seperti yang diketahui bahwa pulau Bali sendiri berpenduduk mayoritas beragama Hindu, yang sangat memegang teguh kebudayaan dan spiritualnya. Wisata spiritual sendiri dapat diartikan bahwa kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau berkelompok yang bertujuan untuk melakukan ritual, hanya menyaksikan ritual suatu daerah atau pun ikut serta dalam kegiatan ritual tersebut dengan mendatangi tempat – tempat ibadah yang diyakini memiliki nilai magis dan spiritual. Wisata Spiritual yang sangat menarik adalah kegiatan melukat dan juga tradisi masyarakat Bali yang masih dilestarikan, melukat sendiri adalah kegiatan menyucikan diri di sumber mata air suci yang dipercayai oleh masyarakat. Salah satu tempat melukat di Bali yaitu Pura Dalem Singit, Sebatu. Pura ini belum begitu terkenal sebagai tempat melukat seperti halnya Pura Tampak Siring yang sudah tersohor sampai ke mancanegara. Pura Dalem Singit Sebatu ini berada di banjar Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Jika dari Denpasar akan ditempuh perjalanan selama 1 jam atau 40 km, perjalanan dapat melalui desa Batubulan, desa Singapadu, Ubud, Tegallalang dan lurus ke arah utara sampai melihat penunjuk arah menuju “Genah Melukat Sebatu”. Sepanjang perjalanan akan melewati pemandangan yang menarik seperti beberapa tempat dan toko – toko kerajinan khas Bali, hamparan terasering persawahan di Tegallalang dan art shop terpanjang yang terdapat di Ubud.

            Pura Dalem Singit sendiri memiliki tempat untuk melukat yang lebih terkenal dengan sebutan Genah melukat Sebatu, tempat ini sudah dilengkapi dengan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung yang sangat baik. Dari parkiran menuju tempat melukat akan melalui jalan beraspal sampai bertemu dengan jalan setapak yang diapit oleh dua patung. Setelah menemukan jalan tersebut, maka perjalanan akan dimulai dengan menuruni anak tangga kebawah tebing, walaupun jalan menuju kebawah cukup terjal, tetapi sudah tersedia tangga yang dilengkapi dengan besi pegangan di pinggirannya. Sambil menuruni anak tangga, para pengunjung akan disugguhkan pemandangan hutan yang masih hijau dengan suasana magis yang sangat terasa. Dipertengahan perjalanan menurun, akan menemui tiga pancuran kecil disinilah para pengunjung yang akan melukat menghaturkan canang terlebih dahulu. Selanjutnya terus menuruni anak tangga, maka sampailah di Pura Dalem Singit, disini para pengunjung diwajibkan untuk mengahaturkan canang, membawa kewangen dengan sebelah uang kepeng di dalamnya dan bagi yang baru pertama berkunjung untuk melukat disini diwajibkan untuk menghaturkan sarana banten pejati. Persembahyangan di mulai disini sebagai permohonan ijin akan melakukan ritual melukat di Pura Dalem Singit. Pada hari raya besar agama Hindu atau pada rainan tertentu (Purnama, Tilem dan Kajeng Kliwon) persembahyanagn akan dipandu oleh pemangku setempat. Setelah selesai bersembahyang, kewangen yang dipergunakan tadi dibawa untuk dibuang saat melukat. Memasuki sumber air tempat melukat, sekilas terlihat seperti air terjun kecil, karena cucuran air dari sela – sela batu sangat deras, maka dianjurkan bagi yang melakukan ritual melukat tidak diperkenankan memakai perhiasan. Saat melukat inilah terdapat suatu keunikan, dimana saat badan kita dibasahi oleh air yang mengalir dan air yang jatuh dari badan kita akan berwarna putih seperti air sabun atau air beras. Berdasarkan informasi dari petugas setempat dan para pengunjung yang beberapa kali melakukan pengelukatan di tempat ini menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan hal negatif yang ada di dalam diri orang tersebut, bisa saja dari perbuatannya atau penyakit yang ada di dalam tubuhnya, sehingga teruskanlah sampai air menjadi jernih. Setelah melakukan pengelukatan maka dilanjutkan dengan persembahyangan sekali lagi di depan tempat pengelukatan tersebut, sebagai sujud syukur dan ucapan terimakasih. Persembahyangan selesai maka tempat untuk berganti pakaianpun sudah disediakan di tempat ini, terdapat juga loker tempat menyimpan barang berharga yang dijaga oleh petugas setempat dan cukup membayar seikhlasnya saja. Patut dihimbau bahwa bagi yang sedang datang bulan dan anak kecil yang gigi susunya belum pernah lepas (ketus gigi) diharapkan untuk tidak melakukan pengelukatan, karena akan menangis terus. Jika berkunjung ke Pura Dalem Singit Sebatu ini pada hari – hari biasa maka akan terasa sepi, tetapi berbeda halnya pada hari raya atau rainan maka suasana akan berubah menjadi ramai dan sampai mengantri untuk melakukan pengelukatan. Saat perjalanan pulang akan sedikit melelahkan, karena harus menaiki anak tangga jadi harus membutuhkan tenaga yang lebih. Tetapi jangan kawatir, di sekitaran tempat parkir tersedia warung – warung penjual makanan, minuman dan beberapa kerajinan atau souvenir khas bali.


Setelah mengunjungi tempat melukat Pura Dalem Singit ini dan mumpung masih berada di daerah Gianyar, maka tidak ada salahnya untuk mengunjungi tempat wisata lainnya yang ada di Gianyar, seperti objek wisata Gunung Kawi Sebatu, Terasering Ceking Tegallalang, Monkey Forest Ubud, Bukit Campuhan Ubud dan masih banyak pilihan objek wisata lainnya yang ada di kabupaten Gianyar. Akan sangat menyenangkan sekali jika sesekali dapat berwisata spiritual ke daerah pedesaan seperti ke tempat melukat yang terdapat di desa Sebatu ini, sembari melestarikan budaya agama Hindu.

Tulisan Oleh: Gek Jayanthi (Fak.Pariwisata Unud)

0 komentar:

Posting Komentar